MPLS Tahun Ajaran Baru Resmi Dimulai di SDN 16 Anggrek
- Senin, 7 Juli 2025
- Berita Pendidikan
- Cetak

SDN 16 Anggrek Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, secara resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2025/2026 pada Senin, 7 Juli 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga Jumat, 11 Juli 2025 dan diikuti oleh seluruh siswa baru dengan semangat dan antusiasme yang tinggi.
MPLS tahun ini mengusung semangat “MPLS Ramah”, sesuai dengan panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan difokuskan untuk membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, warga sekolah, nilai-nilai karakter, serta pembiasaan yang sehat dan menyenangkan dalam suasana yang aman dan inklusif.
Kepala SDN 16 Anggrek, Ibu Wisnawati Abubakar, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan MPLS bukan sekadar orientasi formal, tetapi momentum penting yang menjadi pijakan awal siswa dalam proses adaptasi dan pembentukan karakter.
“Kami merancang MPLS ini agar tidak hanya mengenalkan ruang kelas dan fasilitas, tetapi juga membangun rasa percaya diri siswa baru. Dengan pendekatan yang ramah dan menggembirakan, kami ingin mereka merasa diterima dan bersemangat untuk belajar,” ujar Ibu Wisnawati.
Selama MPLS, para siswa akan dikenalkan dengan berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari denah sekolah, ruang kelas, perpustakaan, fasilitas kebersihan, hingga guru-guru pengajar di setiap kelas. Selain itu, siswa juga diajak mengenal visi, misi, budaya sekolah, serta kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di SDN 16 Anggrek.
Salah satu fokus kegiatan MPLS di tahun ini adalah penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini melatih siswa untuk membiasakan diri bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, hidup bersosialisasi, dan tidur tepat waktu.
Guru kelas I SDN 16 Anggrek, Ibu Selvi Arafa, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan juga mencakup perkenalan dengan teman-teman sekelas serta pengenalan cara belajar di jenjang sekolah dasar yang lebih mandiri.
“Siswa diajak untuk belajar melalui permainan, diskusi, dan kegiatan refleksi sederhana. Mereka juga akan mengikuti kegiatan persiapan perkemahan yang akan dilaksanakan pada 10–11 Juli. Ini bukan hanya pengalaman menyenangkan, tapi juga sarana pembentukan karakter dan kerja sama,” jelas Bu Selvi.
Rangkaian MPLS turut diramaikan dengan “Pertemuan Pagi Ceria” yang diisi senam bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa pagi yang membangun semangat kebangsaan dan spiritualitas siswa sejak dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang guru mengenali karakter dan kebutuhan masing-masing anak agar proses pembelajaran ke depan berjalan lebih efektif dan personal.
Kegiatan MPLS Ramah ini secara eksplisit menolak segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, atau tugas tidak masuk akal. Hal ini sesuai dengan prinsip pelaksanaan MPLS Ramah dari Kemendikdasmen yang mengutamakan inklusivitas, keamanan, dan pendidikan yang bermakna.
SDN 16 Anggrek juga melibatkan orang tua dalam proses sosialisasi MPLS dengan harapan dapat menciptakan sinergi antara rumah dan sekolah. Kepala sekolah menegaskan bahwa keberhasilan masa transisi ini bergantung pada kolaborasi seluruh pihak.
“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah dengan bahagia, pulang dengan cerita positif, dan tumbuh menjadi pelajar yang tangguh. Harapan kami, MPLS ini menjadi langkah awal yang menyenangkan dan penuh makna,” tutur Ibu Wisnawati menutup pernyataan.
Dengan penyelenggaraan MPLS yang edukatif, menyenangkan, dan ramah anak, SDN 16 Anggrek berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang siswa baru secara optimal, baik secara akademik maupun sosial emosional.

Saat ini belum ada komentar