Mahasiswa Universitas Bina Mandiri Gorontalo Gelar Penyuluhan Stunting di SDN 16 Anggrek

Sdn16anggrek.my.id – Sebanyak tujuh mahasiswa dari Universitas Bina Mandiri Gorontalo jurusan Analisis Kesehatan yang tengah melaksanakan KKS di Desa Putiana melakukan kunjungan ke SDN 16 Anggrek, Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (26/8/2025).

Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala SDN 16 Anggrek, Wisnawati Abubakar, S.Pd, didampingi salah satu guru, Safrudin Talib, S.Pd, di ruang dewan guru. Suasana penyambutan berlangsung hangat sebelum para mahasiswa diarahkan untuk melanjutkan kegiatan inti.

Usai penyambutan, rombongan mahasiswa kemudian menuju ruang kelas 6 yang dipakai sebagai tempat penyuluhan. Di ruangan tersebut, para siswa telah berkumpul dengan antusias untuk mendengarkan materi mengenai stunting.
Salah satu mahasiswa, Haikal Balango, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi serius yang harus dicegah sejak dini.
“Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya, atau dengan kata lain tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh WHO,” ujar Haikal di hadapan para siswa.
Mahasiswi lainnya, Syafliana, menambahkan bahwa stunting umumnya terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak di 1.000 hari pertama kehidupan.
“Stunting bisa terjadi sejak anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein,” jelasnya.
Sementara itu, Mely Suleman menekankan pentingnya pola asuh yang baik dalam mencegah stunting.
“Selain gizi yang buruk, stunting juga bisa disebabkan lingkungan yang tidak bersih hingga pola asuh yang kurang tepat. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting pada anak,” katanya.
Dalam penyuluhan tersebut, para mahasiswa juga memaparkan faktor penyebab, ciri-ciri penderita stunting, serta langkah pencegahannya. Mereka menekankan bahwa pemenuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui, pemberian ASI eksklusif, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama untuk mencegah stunting.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mendengarkan penjelasan dengan penuh perhatian dan berinteraksi aktif saat sesi tanya jawab berlangsung.
Kepala SDN 16 Anggrek, Wisnawati Abubakar, S.Pd, bersama guru pendamping Safrudin Talib, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa UBMG yang telah berbagi pengetahuan tentang kesehatan. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan peserta didik mengenai pentingnya menjaga gizi dan kesehatan sejak dini.

Saat ini belum ada komentar